×
  • Jl Rajawali No.8 Palembang South Sumatera

Bukit Siguntang

blog-post-image
Bukit Siguntang di Palembang mungkin tidak sepopuler Jembatan Ampera yang membelah sungai Musi. Bukit ini merupakan tempat sakral yang menyimpan cerita dan kisah dari Kerajaan Sriwijaya. Rasanya belum lengkap jika berwisata ke kota ini, tanpa singgah ke Bukit Siguntang. Terlebih bagi Anda pecinta sejarah, akan banyak edukasi yang Anda dapatkan dengan melihat langsung berbagai bukti sejarah peninggalan Sriwijaya.

Di bukit yang terletak di kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang ini dahulunya dipercaya sebagai tempat ibadah keluarga kerajaan serta tempat pertapaan untuk menenangkan pikiran. Hingga saat ini, Bukit dengan ketinggian ketinggian 29-30 meter dari permukaan laut ini, masih tetap dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Biasanya pengunjung yang datang akan melakukan ritual ziarah ke makam-makam para bangsawan Palembang zaman dahulu, dan dianggap sebagai orang penting pendiri Kota Palembang.

Jalan setapak menuju bukit, ditumbuhi pohon-pohon yang rindang. Bukit ini merupakan titik tertinggi di Kota Pelembang, sehingga dipercaya menjadi lokasi yang paling aman jka terjadi banjir. Di puncak bukit terdapat beberapa makam yang dikaitkan dengan tokoh-tokoh raja, bangsawan dan pahlawan Melayu-Sriwijaya.

Ketujuh makam tersebut yaitu sebagai berikut:
  1. Radja Sigentar Alam, Raja ini nama aslinya adalah Iskandar Zulkarnain Alamsyah, Ia berasal dari dari Kerajaan Mataram. Radja Segentar pada zamannya berhasil menakhlukan hampir seluruh Pulau Sumatera hingga ke negeri tetangga Johor dan Malaka di Malaysia.
  2. Putri Kembang Dadar, bernama asli Putri Bunga Melur. Ia dipercaya sebagai putri tercantik kala itu. Karena kecantikannya Ia bahkan dianggap berasal dari khayangan.
  3. Putri Rambut Selako, yang bernama asli Putri Damar Kencana Wungsu. Menurut cerita Ia berasal dari Keraton Yogyakarta anak dari Prabu Prawijaya.
  4. Pangeran Radja Batu Api. Ia berkenala ke tanah Melayu untuk menyiarkan syariat agama Islam
  5. Panglima Bagus Kuning yang berasal Mataram. Ia datang ke Palembang untuk mengawal Radja Segentar Alam.
  6. Panglima Bagus Karang, yang mempunyai tugas sama dengan Panglima Bagus Kuning, yakni untuk mengawal Radja Segentar Alam.
  7. Panglima Tuan Djundjungan, beliau juga merupakan ulama dari Arab yang datang ke tanah melayu (Swarnadwipa) untuk berkelana sambil menyiarkan agama Islam.
Ketujuh makam tersebut merupakan bukti bahwa Bukit Siguntang merupakan tempat yang sangat sakral di Palembang. Di makam tersebut dibuatkan rumah kecil dan berbeda-beda pada setiap makam.

Sumber : http://www.gosumatra.com/bukit-siguntang-palembang/